Saikano (The Last Love Song on this Little Planet)

April 3, 2006 at 11:43 am (Drama, Lessons of Life, Shoujo, Shounen)

TAkAHASHI Shin

7 Volume

Kisah tentang cinta dan perang. Dirangkai menjadi kisah yang tragis namun indah dan emosional. Indah? Menurutku pembawaan cerita dalam Saikano itu indah. (Yah awal-awal cerita sih. Belakangan ceritanya mulai agak aneh :( )Mungkin karena aku tipe melankolis. Emosional? Siapa pun yang membacanya pasti merasakannya. Apalagi kalau bacanya secara marathon :D .

Chise seorang gadis SMU biasa yang pemalu dan ceroboh. Ia hanya ingin menjalani kehidupan yang normal dan memiliki pacar. Shuji, pria yang ia sukai awalnya tidak ingin menjadi pacarnya. Tapi kemudian ia luluh juga. Setelah itulah ia baru mengetahui kenyataan tentang siapa Chise sebenarnya. Chise oleh Self Defense Force(SDF) – tentara Jepang – dijadikan sebagai mesin pembunuh dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan kota dalam sekejap.

Dikisahkan Jepang sedang dalam keadaan perang besar. Chise harus sering ikut serta dalam misi peperangan. Dan tetap menjalani kehidupan gadis biasa di kotanya yang tenang dan berusaha menjaga jalinan hubungannya dengan Shuji. Singkatnya, Chise si malaikat penghancur juga manusia :D .

Mengenai kebenaran perang juga diangkat sebagai tema. Perlukah perang? Tentara yang mempertaruhkan nyawa mereka, sia-sia kah? Membunuh lawan yang notabene juga dalam posisi sama, membunuh atau terbunuh, memiliki orang-orang yang mencintai dan dicintai. Kau ingin ikut berperang untuk melindungi yang kucintai, tapi itu berarti harus dengan cara membunuh orang lain. Kesalahan siapakah ini? Apakah kita tidak punya pilihan lain? Apa itu benar? Apa itu salah? Isu-isu semacam itu. Kehidupan orang-orang dalam situasi perang juga diangkat.

Drama yang cukup apik. Layak untuk dibaca, terutama bagi pecinta kisah drama. Tema yang cukup berat dan (terlalu) banyaknya adegan 'eksplisit' (baca:dewasa) menunjukkan manga ini ditujukan bukan untuk pembaca anak-anak. Yah rating Saikano memang M (Mature). Kekurangan dari manga ini menurutku adalah ceritanya terlalu panjang dan agak bertele-tele. Shin Takahashi sendiri awalnya ingin membuat ceritanya pendek, namun seiring pengerjaannya ia terbawa oleh cerita yang ia buat. Jelasnya bisa dilihat di epilog yang ditulis Shin pada chapter terakhir. Di situ juga disebutkan alasan banyaknya adegan eksplisit, yaitu karena itu adalah cinta dewasa, d'oh …..

Rating 8

Tulis sebuah Komentar